LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
"PENGARUH
SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROORGANISME DAN PENGARUH BAHAN KIMIA TERHADAP
PERTUMBUHAN MIKROORGANISME"
DISUSUN
OLEH :
NAMA : ANNISYA ZAHARA
NPM : F0I020048
TINGKAT : 1 B
NAMA
DOSEN : SUCI RAHMAWATI, M.
FARM, APT
PRODI
D3 FARMASI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
BENGKULU
TAHUN
AKADEMIK 2020/2021
I.Tujuan
1. untuk mengetahui bagaimana suhu dan bahan kimia bisa melakukan pertumbuhan
Mikroba pada tumbuhan
2.mengetahui
bagaimana teknik kerjanya
Pertumbuhan
mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhioleh faktor lingkungan,
perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan
fisiologi. Hal ini dikarenakan, mikroba selainmenyediakan nutrient yang sesuai
untuk kultivasinya, juga diperlukan faktorlingkungan yang memungkinkan
pertumbuhan mikroba secara optimum. Mikrobatidak hanya bervariasi dalam
persyaratan nutrisinya, tetapi menunjukkan respon yangmenunjukkan respon yang
berbeda-beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipemikroba diperlukan suatu
kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai(Pelczar & Chan,
1986).
Kemampuan
mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan halyang penting dalam
ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentangfaktor-faktor yang
mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untukmengendalikan hubungan
antara mikroorganisme-makanan-manusia. Beberapafaktor utama yang mempengaruhi
pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zatgizi, waktu, suhu, air, pH dan
tersedianya oksigen (Buckle, 1985).
Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan,akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Bakteri dapat mengubah pHdari medium tempat ia hidup, perubahan ini disebut perubahan secara kimia. Adapunfaktor-faktor lingkungan dapat dibagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktorabiotik. Di mana, faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup, yaitumencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme, dapatdalam bentuk simbiose, sinergisme, antibiose dan sintropisme. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu, atmosfer gas, pH, tekananosmotik, kelembaban, sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal:adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo, 1993).
Karena
semua proses pertumbuhan bergantung pada reaksi kimiawi dan karena
lajureaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh temperatur, maka pola pertumbuhan
bakteri dapatsangat dipengaruhi oleh temperatur. Temperatur juga mempengaruhi
laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan organisme. Keragaman temperatur
dapat juga mengubah proses-proses metabolik tertentu serta morfologi sel
(Pelczar &Chan, 1986).
Medium harus mempunyai pH yang
tepat, yaitu tidak terlalu asam atau basa.Kebanyakan bakteri tidak tumbuh dalam
kondisi terlalu basa, dengan pengecualian basil kolera (Vibrio cholerae). Pada
dasarnya tak satupun yang dapat tumbuh baik pada pH lebih dari 8. Kebanyakan
patogen, tumbuh paling baik pada pH netral (pH7)atau pH yang sedikit basa (pH
7,4). Beberapa bakteri tumbuh pada pH 6;tidak jarangdijumpai organisme yang
tumbuh baik pada pH 4 atau 5. Sangat jarang suatuorganisme dapat bertahan
dengan baik pada pH 4; bakteri autotrof tertentumerupakan pengecualian. Karena
banyak bakteri menghasilkan produk metabolismeyang bersifat asam atau basa
(Volk&Wheeler,1993).
Di dalam alam yang sewajarnya,
bakteri jarang menemui zat-zat kimia yangmenyebabkan ia sampai mati karenanya.
Hanya manusia di dalam usahanya untukmembebaskan diri dari kegiatan bakteri
meramu zat-zat yang dapat meracuni bakteri,akan tetapi tidak meracuni diri
sendiri atau meracuni zat makanan yangdiperlukannya. Zat-zat yang hanya
menghambat pembiakan bakteri dengan tidakmembunuhnya disebut zat antiseptik
atau zat bakteriostatik (Dwidjoseputro,1994).
Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan, waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja, jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada, dan keadaan bahan yang didesinfeksi. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit, karena tujuannya adalah perusakan agen proses penting dalam pengendalian penyakit, karena tujuannya adalah perusakan agen – agen patogen. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen – agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk danWheeler, 1993).
Mikroba memiliki karakteristik Dan ciri berbeda-beda dalam persyaratan pertumbuhan. Bakteri juga memiliki kebutuhan dasar yang sama meliputi air, karbon, energi, mineral, dan faktor tumbuh. Bakteri merupakan organisme yang bersifat prokariotik dengan ini tidak berselaput. Bakteri dalam aktivitasnya dipengaruhi oleh faktor- faktor lingkungan yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu faktor abiotik meliputi fisika Dan kimia serta faktor biotik yang berhubungan dengan makhluk lain. Faktor fisika mencakup suhu, salinitas, tekanan osmotik, pengeringan, Dan lain-lain. Sedangkan faktor kimia mencakup pH, DO, amonia bahkan antimikro juga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup bakteri(indra, 2008).
III.Alatdanbahan
Alat
1. Bunsen
2. Pinset
3. Cawan petri
4. Kain kasa steril
5. Tabung reaksi
6. Label
Bahan
1.
Desinfektan
2. Nutrient
board
3. Nutrient
agar
IV.prosedurkerja
1. Siapkan alat Dan bahan
2. Tuangkan NA ke dalam 5 cawan petri, tunggu sampai membeku
3. Panaskan pinset dengan bunsen lalu ambil logam Dan bakar diatas
bunsen, kemudian oleskan logam di atas NA yang di cawan petri(sampel logam
dibakar).
4. Ambil logam dengan pinset , oleskan logam di atas NA yang Ada di cawan
petri(sampel logam tidak di bakar).
5. Ambil kasa steril dengan pinset celupkan ke dalam nutrient board lalu
usap ke tangan yang tidak di cuci, kemudian oleskanolesk di atas NA yang di
cawan petri(sampel tangan tidak di cuci).
6. Selanjutnya cuci tangan menggunakan sabun.
7. Ambil kasa steril dengan pinset celupkan ke dalam nutrient board lalu
usap ke tangan yang di cuci dengan sabun, kemudian oleskan ke dalam NA yang di
cawan petri(sampel tangan di cuci dengan sabun).
8. Semprot tangan dengan
desinfektan (hand sanitizer)
9. Ambil kasa steril dengan pinset Celupkan ke dalam nutrient board lalu
usap ke tangan yang di semprot desinfektan, kemudian oleskan ke dalam NA yang
di cawan petri(sampel tangan di semprot dengan desinfektan).
10. Masukkan semua sampel ke dalam inkubator dengan posisi terbalik(agar
tidak terkontaminasi) dalam suhu 36°-37°C.ik
11. Inkubasi dalam inkubator selama
1x24 jam.
V.Hasildanpembahasan
A.Hasil
|
HasilDanGambar |
Keterangan |
|
|
Gambar disamping merupakan hasil
pengamatan dari sampel tangan tidak di cuci. |
|
|
Pada gambar disamping merupakan hasil
dari sampel tangan di cuci dengan sabun. |
|
|
Gambar di samping merupakan hasil
dari sampel tangan di cuci dengan desinfektan. |
|
|
Gambar disamping merupakan hasil
pengamatan yang di dapatkan dari sampel logam tidak dibakar. |
|
|
Gambar di samping merupakan hasil
dari sampel logam yang dibakar. |
B.pembahasan
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruh ioleh faktorl ingkungan,perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.Hal ini dikarenakan ,mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya,juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan mikroba secarao ptimum.Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya,tetap imenunjukkan respon yang menunjukkan respon yang berbeda beda.Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai.
Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghamba tpertumbuhan mikroorganisme.Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan,waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja,jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada, dan keadaan bahan yang didesinfeksi .Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada.Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit,karena tujuannya adalah perusakana genproses penting dalam pengendalian penyakit,karena tujuannya adalah perusak anagen–agen patogen.Berbagai istilah digunakan sehubungan deng anagen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena.Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain.Akibatny amungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada genyang khas yang berakibat kematian atau mutasi.
VI.kesimpulan dan saran
A.Kesimpulan
Pertumbuhan makhluk hidup dipengaruhi oleh nutrisi
dan kondisi lingkungan yang mendukung, sehingga makhluk hidup tersebut dapat
melakukan pertumbuhan secara maksimum. Makhluk hidup tersebut termasuk bakteri,
yang pertumbuhannnya pada umumnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pengaruh
lingkungan tersebut akan memberikan gambaran yang menunjukkan peningkatan jumlah
sel berbeda dan pada akhirnya akan memberikan gambaran pula terhadap kurva
pertumbuhannya (Tarigan, 1988). Salah satu faktor lingkungan yang memengaruhi
pertumbuhan bakteri tersebut adalah suhu. Suhu merupakan salah satu faktor
utama yang sangat memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Dari praktikum yang
telah dilakukan, hasil pengamatan menunjukkan bahwa bakteri yang diuji termasuk
bakteri yang dapat hidup pada suhu tinggi (40 o C-60 o C).
Upayakan terlebuh dahulu kebersihan dan
sterilisasi parktikan sebelum melakukan
praktikum agar tidak terjadi kontaminasi.
DAFTAR PUSTAKA
Brooks, dkk.1994. Mikrobiologi
Kedokteran Edisi 2. Jakarta: Penerbit buku Kedokteran EGC.
Dwidjoseputro, D.1978.Dasar-dasar
Mikrobiologi. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Dwidjoseputro. 1994. Dasar-Dasar
Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan. Madigan, T.M., Martinko, J.M., Stahl, D.A.,
& Clark, D.P. 2012. Brock Biology of Microorganisms. San Francisco: Pearson
Education, Inc. Pelczar, M.J. 1986.
Dasar-Dasar Mikrobiologi I.
Jakarta: UI Press. Rudiger, A, A Sunna, And G. Antranikian. 1994.
Pengaruh ph dan Suhu Terhadap
Aktivitas Protease Penicillium sp. Jurnal Sains Dan Seni POMITS, 2(1):
2337-3520. Zeikus, J.G., C. Vieille., and A. Savchenko. 1998.
Djide, M. N. 2006. Mikrobiologi
farmasi dasar, 2006. Universitas hasanuddin. Makasar.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar