PEMBUATAN
MEDIA PERTUMBUHAN
BAKTERI DAN JAMUR
DISUSUN OLEH :
NAMA : ANNISYA ZAHARA
NPM :
F0I020048
KELAS : 1B
NAMA DOSEN : APT.
SUCIRAHMAWATI, M.FARM
PRODI D3 FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
BAB I
I. Tujuan
1. * Mengetahuicarapembuatan
media untukpertumbuhanbakteridanjamur.
2. * Mengetahuifungsidarimasing-masing
medium
3.
II.
Landasan Teori
Mikroorganisme sebagai makhluk hidup sama dengan organisme hidup lainnya sangat memerlukan energi dan bahan bahan untuk membangun tubuhnya, seperti dalam sintesis protoplasma dan bagian-bagian sel lainnya.Bahan-bahan tersebu tdisebu tnutrien.Untuk memanfaatkan bahan-bahan tersebut, maka sel melakukan suatu kegiatan-kegiatan, sehingga menyebabkan perubahan kimia di dalam selnya. Semua reaksi yang tertatah berlangsung di dalam se lini disebut metabolisme. Metabolisme yang melibatkan berbagai macam reaksi di dalam sel tersebut, hanya dapat berlangsung atas bantuan dari suatu senyawa organik yang di sebut juga biokatalisator di namakan enzim (Buckle,1985).
Medium ialah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi (zat makanan) yang dipakai untuk menumbuhkan mikrobakteri masuk bakteri pathogen tanaman. Selain itu menumbuhkan mikroba medium dapat di gunakan pula untuk isolasi, memperbanyak pengujian sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba (Khaeruni dan Satrah,2004).
Medium harus mengandung nutrient yang merupakan subtansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air.Nutrien ini adalah degradasi dari nutrient dengan molekul yang kompleks. Nutrient dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup, yang meliputi air, karbon, energy, mineral, dan faktor tumbuh (Label,2008).
NA (NutrienAgar) adalah medium yang di gunakan sebagai
media pertumbuhan bakteri.NA di buat dengan komposisi agar-agar yang
sudah dipadat kansehingga NA juga bisa di sebut sebagai nutrisi padat yang
digunakan utnuk menumbuhkan bakteri.Fungsi agar-agar
hanya sebagai pengental namun bukan zat makanan pada bakteri, agar
dapat mudah menjadi padat pada suhu tertentu. Medium Nutrient Agar adalah salah satu medium padat yang memiliki komposisi yaitu
agar-agar telah di panaskan dan mencair dengan suhu 95oC (Sandra,2012).
PDA (Potato Dextrose
Agar) merupakan media yang sangatumum yang
digunakan untuk mengembang biakan dan menumbuhkan jamur dan khamir. Komposis iPotato
Dextrose Agar ini terdiri dari bubuk kentang, dextrose dan juga
agar. Bubuk kentang dan juga dextrose
merupakansumbermakananuntukjamurdankhami.Potato Dextrose Agar bisa digunakan untuk menghitung jumlah mikroorganisme menggunakan metode Total
Plate Count. Perindustrian seperti industry makanan, industry produksusu,
dan juga kosmetik menggunakan PDA
untuk menghitung jumlah mikroorganisme pada sampel mereka. Karena fungsinya yang
dapat mengembang biakan jamur, sekarang ini PDA
juga banyak digunakan oleh pembudiyaan jamur seperti jamur tiram. Untuk memaksimalkan pertumbuhan bibit jamur,
biasanya pembudiya mengatur kondisi pH yang rendah (sekitar 3,5)
dan juga menambahkan asam atau antibiotik untuk menghambat terjadinya pertumbuhan bakteri
(Sugianto,2012).
Seterilisas imerupakan metode praktis yang dirancang untuk membersihkan dari mikroorganisme atau sengaja untuk menghambat pertumbuhannya. Mikroorganisme sangat berbeda, dalam kelemahannya terdapat berbaga imacam agen anti mikroba. Sterilisasi dengan panas adalah unit operasi dimana bahan dipanaskan dengan suhu yang cukup tinggi dan waktu cukup lama untuk merusak mikroba dan aktivitas enzim. Sebagai hasilnya, bahan yang disterilkan akan memiliki daya simpan lebih dari enam bulan pada suhu ruang. Contohnya proses sterilisasi pada produk olahan dalam kaleng seperti kornet, sarden dan sebagainya (Irianto,2006).
BAB II
III.
ALAT DAN BAHAN
*Alat
Ø Erlenmeyer
Ø Timbangan
Digital
Ø Aluminium
Foil
Ø KertasTabel
Ø Perkamen
Ø Spatel
Ø Hot Plate
* Bahan
Ø Nutrient
Agar (NA)
Ø Potato
Dextrose Agar (DPA)
Ø Aquadest
BAB III
IV. Prosedur Percobaan
1. Masukkan aquadest sebanyak 200 ml kedalam Erlenmeyer, Setarakan timbangan dan masukkan NA sebanyak 4 gram. Lalu masukkan NA kedalam Erlenmeyer yang berisi aquadest tadi untuk yang kedua kalinya masukkan kembali aquadest kedalam Erlenmeyer sebanyak 200 ml. Lalu timbang PDA sebanyak 7,8 gram. Dan masukkan kembali PDA kedalam Erlenmeyer yang berisi aquadest, Erlenmeyer yang sudah diisi, ditutup dengan aluminium foil hidupkan hot plate Lalu letakkan media di atas hot plate sambil digoyangkan supaya tidak menggumpal di bagian bawah erlenmeyer Panaskan selama 10-15 menit atau sampai mendidih lalu angkat dan dinginkan Lalu masukkan kedalam kulkas untuk dilakukan pengawetan
BAB IV
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
* HASIL
NA ( NATRIENT AGAR )
Gambar diatas adalah NA yang sudah dipanaskan menggunakan hot plate kurang lebih 10 menit. Pada pratikum ini NA sebagai pertumbuhan bakteri dibuat dengan vol 200 ml dan timbangan NA sebanyak 4 gr.
PDA ( POTATO DEXTROSE AGAR )
Dari praktikum yang telah di laksanakan dihasilkan bahwasanya pembuatan media NA digunakan untuk bakteri dan PDA merupakan media untuk pertumbuhan jamur telah berhasil dilaksanakan. Pada pembuatan NA digunakan dextrose dan agar yang di masukan secara bergantian hingga larut. Pada awalnya aquadest berwarna putih ini berubah warna setelah di campur sehingga berwarna kekungingan seperti kaldu .Fungsi dari pemberian dextrose dan maggy berfungsi sebagai nutrisi bagi bakteri yang dikultrkan sehingga bakteri akan melakukan pertumbuhannya dengan memanfaatkan substrat makananya dari dextrose dan maggy tersebut sedangkan penambah agar berfungsi untuk mengentalkan media. Begitu pun juga untuk pembuatan media PDA yang digunakan adalah ekstrak ketang yang mengandung banyak karbohidra tsehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat makanan bagi jamur. Sedangkan untuk stelisasi alat dan bahan dilakukaan dengan menggunakan autoclave. Prinsip dari sterilisasi ini dengan menyimpan tekanan sebesar 1 atm dengan suhu 121oC selama 25 menit. Selama waktu tersebut dengan adanya sterilisasi diharapkan semua bakteri yang ada pada media maupun alat yang telah dibersihkan akan menjadi lebih steril dan tidak akan terkontaminasi dengan bakteri dan jamur, sehingga dapat digunakan media dan alat ini dapat digunakan sebagai media inokulasi bakteri dan jamur.
BAB V
Dari praktikum yang
telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. NA merupakan media buatan yang dapat digunakan utnuk menumbuhkan bakteri yang terdiri dari bahan dextrose dan agar. PDA merupakan media buatan yang umum yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri dari ekstrak kentang, dextrose dan agar yang dilarutkan dalam air panas.Sterilisasi di lakukan dengan menggunakan autoclave dengan prinsip kerja menahan tekanan sebesar 1 atm dengan suhu 121oC dan dipertahankan selama 2 menit. Fungsi dari strelisasi ini adalah mencegah adanya kontaminasi bakteri maupun jamur terhadap alat dan bahan media.
* SARAN
Pada saat praktikum sebaiknya,
para praktikum betul-betul memperhatikan pembuatan media pertumbuhan bakteri dan jamur
agar mendapatkan hasil parktikum sesuai yang diharapkan.
Buckle, K.A, dkk. 1985. IlmuPangan.
PenerbitUniversitas Indonesia: Jakarta.
Irianto, K.2006. mikrobiologiJilid 1. YramaWidya:
Bandung.
Khaeruni, A dan V. N. Satrah, 2014.PenuntunPraktikumMikrobiologiDasar.
FakultasPertanianuho: Kendari.
Label, J.2008.mikrobiologi: Pembuataan Medium,
Erlangga: Jakarta.
Sandra.20012. MikrobiologiUmum.Erlangga: Jakarta.
Sugianto. 2012. Pembuatan Medium.
UGM:Yogyakarta.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar